"Penanaman pohon cemara ini bagian dari upaya kami mencegah abrasi," kata Sri Danarto, dosen Fakultas Kehutanan UGM, di Gianyar, Rabu.
Menurut dia, penanaman pohon cemara itu sebelumnya juga dilakukan di Kebumen, Jepara (Jateng), Madura (Jatim), dan Belitung (Babel).
"Cemara yang kami tanamkan pun jenisnya cemara belitung," katanya saat ditemui di kantor Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Ia menjelaskan bahwa pohon cemara belitung selain cocok ditanam di kawasan pantai, juga mampu menghasilkan nitrogen alami yang menjadi nutrisi untuk tanaman.
"Pohon ini juga mampu menghasilkan pupuk urea alami yang sangat baik sehingga bisa digunakan untuk menanam tanaman lain di sekitar pantai dengan sistem tumpang sari, seperti pohon lada, buah naga, labu melon. Bahkan padi bisa ditanam di pantai," ujar Danarto.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelumnya, lanjut dia, Kabupaten Gianyar sangat cocok ditanami pohon cemara.
"Setiap tahun suhu udara di bumi naik sehingga meyebabkan es di kutub utara mencair dan menyebabkan naiknya air laut hingga 15 centimeter. Kenaikan air laut ini memicu ketinggian gelombang naik hingga 90 centimeter. Inilah yang mengakibatkan abrasi," katanya saat memberikan penjelasan kepada Bupati Anak Agung Gde Agung Bharata beserta jajaran pejabat Pemkab Gianyar. (WDY)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.