Denpasar (Antara Bali) - Calon anggota legislatif dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk DPRD Kabupaten Karangasem, Kadek Weisya Kusmiadewi melakukan kampanye pemilu dengan cara datang ke pasar tradisional setempat.

"Saya peduli dengan kaum perempuan. Saya ingin memperjuangkan kaum perempuan dalam perekonomian yang lebih mapan," katanya di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan selama kampanye di Pasar Umum Karangasem, banyak mendapatkan masukan dari para pedagang tersebut. Mereka berkeluh-kesah terkait lokasi pasar setelah direnovasi jadi pendapatannya berkurang.

"Mereka menyampaikan keluhan hasil jualannya tidak sebanyak dulu. Sebab pedagang sebagian ada jualan di depan pasar. Dengan demikian konsumen enggan masuk pasar lagi," ujarnya.

Pedagang pasar tersebut, kata dia, meminta pengelola pasar agar kembali menertibkan para pedagang yang menggelar dagangannya di depan pasar tersebut. Mereka berharap agar semua pedagang masuk ke dalam pasar, sehingga penjualan bagi pedagang akan bisa merata.

"Semua mengharapkan pedagang masuk ke dalam pasar, sehingga para konsumen bisa berbelanja secara leluasa dan pedagang itu juga merata mendapatkan rezeki," ucap calon DPRD dengan nomor urut tiga daerah pemilihan Kecamatan Karangasem ini.

Ia mengatakan jika dipercaya duduk di lembaga legislatif maka program jangka pendek adalah memperjuangkan kaum perempuan agar kehidupannya lebih baik.

"Karena saat ini kaum perempuan masih dianggap sebagai nomor dua di rumah tangga, khususnya di Bali. Karena itu jika nanti terpilih menjadi wakil rakyat saya berjuang untuk dapat menyamakan kedudukan dalam status maupun di bidang ekonomi," katanya.

Menurut dia, kaum perempuan dari segi status rumah tangga masih dianggap membantu kepala rumah tangga (laki). Tetapi dalam pekerjaan untuk perekonomian seharusnya mampu setara dengan laki-laki.

"Buktinya kaum perempuan sekarang sudah banyak menjadi pemimpin di pemerintahan maupun instansi swasta. Tetapi kaum perempuan yang kehidupannya masih menengah ke bawah tetap ada anggapan terpinggirkan. Perjuangan itu bagi saya cukup berat untuk menyamakan penghasilan dalam perekonomian," katanya.

Karena itu, kata dia, pihaknya mengajak kepada perempuan untuk bisa menentukan pilihan kepada caleg perempuan dalam pemilu legislatif mendatang.

"Soal siapa dan dari mana partai politiknya itu urusan berikutnya. Tetapi bagaimana kaum perempuan setidaknya harus mampu memenuhi kuota tersebut. Saya juga punya obsesi memperjuangkan anak-anak kurang mampu agar bisa sekolah dan mendapatkan pekerjaan layak," katanya.

Tanpa ada komitmen para pemilih dari kaum perempuan, kata dia, pihaknya tidak akan menjamin bisa memperjuangkan sepenuhnya untuk perempuan.

"Saya minta perempuan di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem untuk memberi dukungan agar caleg perempuan lebih banyak di legislatif, sehingga mereka bisa bersuara untuk kaum perempuan dalam setiap program kerja DPRD. Termasuk program memajukan perempuan dan anak kurang mampu," katanya.

Pewarta: Oleh I Komang Suparta
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026