Denpasar (Antara Bali) - TelkomFlexi mulai membidik komunitas pendidikan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yang dinilai sebagai pasar bisnis yang menjanjikan, terutama untuk program layanan pesan singkat atau SMS Info bekerjasama dengan sekolah-sekolah.

"Kami melihat dari kecenderungan kebutuhan akses konten yang makin menyesuaikan dengan kebutuhan. Karena itu kami mulai menggarap layanan komunitas pendidikan yang cukup potensial," kata Manager Commerce TelkomFlexi Bali, Anak Agung Ngurah Bagus Segara, di Denpasar, Jumat.

Beberapa menu di SMS Info yang bisa diakses siswa, guru, dan orang tua pengguna Flexi, katanya, di antaranya pemberitahuan jam hadir dan pulang siswa, nilai ujian, dan pengumuman-pengumuman sekolah.

Informasi tersebut dikirim secara otomatis ke orang tua murid setelah siswa melakukan proses absensi melalui "finger print" di sekolah masing-masing. "Sekolah di bawah Yayasan Tunas Daud menjadi proyek percontohan implementasi layanan SMS Info ini," ujar Bagus Segara.

Pada tahap awal, dikembangkan layanan SMS Info ke lima sekolah yang proses belajar mengajarnya sudah berbasis internet, sehingga dapat mempercepat implementasi.

Jika sekolah sudah menggunakan web atau portal dan punya sistem aplikasi yang terstruktur, akan mempermudah koneksi dengan sistem layanan SMS Info yang ada di TelkomFlexi, katanya.

Bagus merasa optimis layanan SMS Info akan mendapat respon bagus dari komunitas pendidikan, karena saat ini dengan mobilitas orang tua yang makin tinggi, informasi apapun akan lebih diterima jika dikirim ke telepon seluler masing-masing.

"Apalagi informasi tentang anak yang sedang bersekolah, tentu sangat ditunggu-tunggu. Dengan kesibukan orang tua saat ini, kami berharap aktivitas anak masih bisa dimonitor dengan memanfaatkan teknologi SMS dari Flexi," ujarnya.

Dalam implementasinya, layanan SMS Info dikembangkan TelkomFlexi bekerjasama dengan dealer resmi PT. Bahagia Gemilang Mandiri. "Kami menyediakan kebutuhan infrastruktur termasuk server dan perangkat 'finger print' di sekolah, juga infostruktur, termasuk sistem aplikasi-nya," kata Andik Mulyo, pemilik perusahaan itu.

Andik juga merasa yakin, kerjasama dengan TelkomFlexi itu akan mendapat respon yang sangat bagus, karena jumlah pelanggan wilayah Bali-Nusra merupakan yang terbesar untuk seluler berbasis teknologi CDMA.

Jumlah pelanggan Flexi di Bali dan Nusra kini mencapai 750 ribu, 600 ribu di antaranya berada di Bali yang didukung pengoperasian 230 menara pemancar sinyal atau BTS.

TelkomFlexi terus pengembangan layanan berbasis portal tersebut, yang menawarkan tarif akses internet melalui produk Flexinet yang dikenal kompetitif, dengan jumlah pelanggan sekitar 10 persen dari keseluruhan.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026