"Kami tidak bisa mengambil tindakan dengan menurunkan bendera itu atau melarang. Kami hanya mengimbau saja, agar sebaiknya tidak seperti itu," kata Pangdam saat berdialog dengan pimpinan media massa dan wartawan di Denpasar, Kamis.
Sebagaimana diketahui, untuk menyambut pelaksanaan Piala Dunia yang digelar di Afrika Selatan, sejumlah masyarakat, termasuk di Bali mengibarkan bendera negara-negara yang kesebelasannya menjadi idola masyarakat.
Pangdam mempertanyakan mengapa masyarakat yang mengidolakan kesebalasan suatu negara itu sampai harus mengibarkan bendera negara tersebut.
Menurut perwira kelahiran Bandung, 5 November 1953 itu, seharusnya masyarakat malu jika mengibarkan bendera negara asing, karena terkesan lebih bangga pada negara lain dari pada apa yang menjadi milik bangsa sendiri.
"Jadi menurut saya tidak semestinya masyarakat kita ini seperti itu," kata alumnus Akabri 1976 yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam III/Siliwangi di Jawa Barat itu.
Puluhan pengendara sepeda motor mengarak sejumlah bendera milik 32 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan sepakbola Piala Dunia yang kini tengah berlangsung di Afrika Selatan.
Bendera dengan aneka ukuran dan warna-warni itu juga terpancang di hampir seluruh ruas jalan di daerah Sanur dan beberapa tempat lain di Denpasar.
Sebelumnya bendera-bendera itu juga sempat diarak oleh masyarakat dalam suatu konvoi di Kota Denpasar hingga ke kawasan Mengwi, Kabupaten Badung. Konvoi itu dilakukan untuk memeriahkan Piala Dunia.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.