Denpasar (Antara Bali) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan akan mengawasi secara khusus dua program hibah Pemerintah Provinsi Bali, yakni Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) Mandara.

"BPKP mengawasi dua program itu karena ada beberapa penerima hibah yang masuk ke ranah hukum seperti yang terjadi di Jembrana, Nusa Penida, Klungkung," kata Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta di sela-sela memimpin rapat Pra-Forum SKPD di Denpasar, Rabu.

Menurut dia, program Simantri dan Gerbangsadu itu pada tahun ini diawasi secara khusus pelaksanaannya oleh BPKP berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program unggulan itu pada tahun-tahun sebelumnya.

"Semuanya nanti akan diawasi. Tidak hanya yang bermasalah atau gagal, tetapi juga yang dinilai sudah berjalan dengan baik," ucap mantan Wakil Bupati Badung itu.

Sudikerta tidak memungkiri bantuan kepada setiap unit Simantri sebesar Rp200 juta dan juga kepada setiap desa miskin sebesar Rp1,02 miliar dalam program Gerbangsadu sangat rentan terjadi penyalahgunaan.

"Jika ternyata program ada yang salah sesuai dengan prosedur yang dimiliki, kami mempersilakan supaya diproses secara hukum," ujarnya.

Sedangkan bagi unit maupun desa yang sudah menjalankan program dengan baik, tambah dia, akan terus dibina oleh Pemprov Bali supaya pemanfaatannya benar-benar sesuai.

Ia mencontohkan untuk program Gerbangsadu Mandara, dari Rp1,02 miliar itu seharusnya Rp200 juta dapat dialokasikan untuk pembangunan fisik, Rp800 juta untuk pengembangan ekonomi produktif dan sisanya Rp20 juta untuk kegiatan operasional. Dana yang diberikan seharusnya dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Sementara untuk program Simantri, selain mengembangkan 20 ekor sapi juga kotoran dan urine-nya harus mampu diolah menjadi pupuk, biogas, dan biourine sehingga meningkatkan pendapatan petani.

"Untuk mengantisipasi kasus penyelewengan program Simantri dan Gerbangsadu, kami akan terus mengintensifkan pendampingan, selain memang diawasi juga oleh Inspektorat dan BPKP," ujarnya.

Pihaknya berharap kualitas dari para pendamping di setiap unit Simantri dan Gerbangsadu dapat terus ditingkatkan sehingga dapat meminimalisasi penyimpangan.

Sampai saat ini program Simantri sudah digulirkan untuk 419 unit dan program Gerbangsadu sudah diterima oleh 127 desa miskin di Bali. (LHS)


Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati
Editor : Ni Luh Rhismawati

COPYRIGHT © ANTARA 2026