"UNESCO yang menunjuk Kota Denpasar menjadi tuan rumah pertemuan tersebut," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Denpasar, Made Erwin Surya Dharma Sena, Kamis.
Menurut dia, peserta yang terlibat dalam drama musikal tersebut ratusan anak difabel mulai dari tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna grahita dalam olah gerak tari dan kolaborasi tabuh serta seni musik modern layaknya orang normal.
Terkait dengan masuknya Kota Denpasar dalam jaringan inklusif, lanjut Erwin Surya Dharma Sena, pihaknya telah menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur untuk para penyandang difabel di kantor pemerintahan dan fasilitas umum lainnya.
"Kami juga bekerja sama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar dengan program pendidikan dan pelatihan pada tuna netra, serta meningkatkan mental spiritual mereka dengan tirtayatra (mengunjungi pura)," ujarnya.
Sementara Ketua K3S Kota Denpasar Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan ide drama musikal ini datang dari Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.