Mantan Bupati Klungkung dua periode itu sebelum melakukan persembahyangan bersama masyarakat setempat sempat menikmati makanan bersama (magibung) ratusan warga.
Menu yang disajikan adalah masakan tradisional Bali, seperti lawar, satai dan "jukut ares" (sayur batang pisang) untuk mencerminkan rasa persaudaraan di antarsesama.
"Magibung maknanya, kebersamaan, kesetaraan tanpa perbedaan. Baik itu tua muda, pejabat, masyarakat. Itu sama semua, kita berkumpul makan bersama tanpa perbedaan," kata Wayan Candra.
Kegiatan itu diikuti warga dari desa-desa di Kabupaten Bangli dan sejumlah tokoh Tangkas Kori Agung.
Wayan Candra pada kesempatan itu juga sempat berdialog dengan masyarakat sekaligus untuk menyerap aspirasi yang akan diperjuangkan jika terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019.
Warga berharap Wayan Candra bisa menjadi benteng perjuangan pelestarian adat dan tradisi masyarakat Bali.
Hal itu penting karena adat dan tradisi masyarakat Bali telah menjadi inspirasi pembangunan pariwisata budaya.
"Saya akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Bali," janji Wayan Candra.
Ia meminta warga Kabupaten Bangli untuk terus menjaga persatuan menjelang Pemilu 2014. "Jangan sampai warga terpecah. Mari kita bersatu, membangun masyarakat Bali," katanya. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.