Acara itu dipimpin Pembina Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YKBK) Gus Marhen dengan dihadiri Ketua DPRD Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi yang juga Ketua DPD PDIP Bali serta dan Kabidhumas Polda Kombes Pol I Gede Sugianyar.
Kapolda dalam kesempatan itu mengajak semua masyarakat, terlebih para generasi muda dan mahasiswa untuk kembali pada jati diri bangsa, dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
"Sudah seharusnya Pancasila sebagai dasar negara kita, dilaksanakan secara murni dan konsekuen," ujar Sutisna.
Jenderal polisi berbintang dua itu membaur bersama para mahasiswa dalam kegiatan untuk merenungkan kembali perjuangan para pendahulu yang telah melahirkan Pancasila.
"Di tempat ini, dimana sejarah Pancasila dilahirkan, kita semua berkumpul untuk kembali merefleksikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Gus Marhen.
Dikatakan dia, peringatan hari Pancasila tahun ini memang tidak dilaksanakan lewat kegiatan besar ataupun aksi demo, namun pihaknya lebih memilih mengajak para mahasiswa dengan doa dan perenungan bersama di dalam musuem lahirnya Pancasila.
"Lewat doa bersama di musuem ini kami ingin memberi apresiasi kepada seluruh bangsa Indonesia serta para peneliti Pancasila bahwa sejarah mencatat di sinilah pidato Presiden Soekarno tentang lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 1955," ujarnya.
Dikatakan Gus Marhen, di tempat bersejarah inilah tempat kolekasi 500 buah dokumentasi terkait pidato kelahiran Pancasila.
Seusai doa bersama, Kapolda bersama rombongan melihat dari dekat museum yang didirikan tahun 1990 dan mengolekasi ratusan dokumen penting terkait lahirnya Pancasila.
Dengan melihat kembali dokumen dan pidato lahirnya Pancasila diharapkan bisa menumbuhkan semangat genarasi muda untuk mengamalkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa.
"Jika hari ini, Presiden SBY berbicara tengang Pancasila, maka kita di Bali berada di Musuem Pancasila ini guna melihat langsung bagaimana dokumen-dokumen asli lahirnya Pancasila yang sangat penting untuk memperkuat keutuhan NKRI, UUD 1945 dan persatuan," katanya.
Menurut dia, sebagai ideologi dan dasar negara maka sudah seharusnya Pancasila diamalkan dalam kehidupan nyata. "Hanya dengan Pancasila inilah yang bisa menjadi perekat bangsa, apalagi di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, kesejahteraan dan keadilan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.