"Peningkatan ini terjadi karena perubahan iklim yang lebih ekstrem dibandingkan tahun lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Made Puja Arianta di Singaraja, Minggu.
Selain itu, meningkatnya kasus demam berdarah di wilayah Bali utara itu juga disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat yang makin mengarah pada pola hidup tidak sehat.
"Apalagi tahun ini terjadi perubahan iklim siklus lima tahunan. Hal ini yang memicu terjadinya demam berdarah," kata Made Puja menambahkan. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Tirthayasa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.