Tabanan (Antara Bali) - Faisol (17), seorang buruh bangunan yang hilang setelah digulung ombak sejak 25 Mei lalu ditemukan sudah meninggal di pantai dekat pura di Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis pagi.
Pemuda asal Jember, Jawa Timur itu ditemukan sekitar pukul 06.00 WITA oleh warga bersama tim SAR gabungan di kabupaten Tabanan.
"Korban ditemukan sudah meninggal di tepi pantai sekitar 25 meter dari tempat kejadian dia digulung ombak," ujar Kapolsek Kerambitan AKP Gede Wali.
Evakuasi korban berlagsung hingga pukul pukul 08.00 Wita, dan jasad pemuda malang itu langsung dibawa mobil ambulans ke RSUD Tabanan.
Menurut Kapolsek, saat ini pihak keluarga masih membicarakan soal rencana pengambilan jenasah. Pihaknya juga sudah menyampaikan ke keluarga diwakili kakak kandung korban, terkait peristiwa tersebut.
"Kejadian ini murni musibah tidak ada unsur kesengajaan ataupun tindak kekerasan lainnya," kata Kapolsek.
Kesimpulan itu berdasar hasil pemeriksaan terhadap empat rekan korban yang saat kejadian mereka berenang bersama-sama di TKP.
Semua keterangan itu disampaikan saksi yang sama-sama sebagai kuli bangunan di sebuah proyek dekat lokasi kejadian. Meski begitu, jika keluarga tidak terima atas insiden itu dan meminta otopsi, kepolisian siap melaksanakannya.
Korban terseret arus hingga ke Pantai Pasut, Kerambitan, Selasa (25/5) lalu, sekitar pukul 17.30 Wita. Korban mandi bersama teman-temannya di sungai dekat Pantai Pasut, Desa Tibu Biu, Kerambitan.
Ketika asyik mandi, korban terpisah dari rekan-rekannya dan terus bergeser ke arah selatan menuju pantai. Rekan-rekan korban terus memperingatkan agar korban kembali dan jangan mendekat ke pantai karena ombak besar.
Setengah jam kemudian, korban terseret ombak dan rekan-rekannya tidak mampu berbuat banyak karena takut terseret ombak. Dibantu warga, hilangnya korban segera dilaporkan ke kepolisian terdekat.
"Korban sebenarnya baru saja datang ke Bali. Dia bekerja sebagai buruh proyek di sekitar sini," kata Danramil Kerambitan Lettu Eko yang ikut melakukan pencarian.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.