"Apabila ada penawaran yang menjanjikan, jangan serta merta percaya karena cari uang itu sulit," kata Benny Mokalu di Denpasar, Senin.
Menurut dia, saat ini di tengah masyarakat tengah terjadi "euforia" yang menginginkan cepat kaya sehingga terkadang masyarakat lengah dan mudah percaya dengan iming-iming besarnya bunga investasi.
"Masa ada perjanjian mendapat laba besar. Jangan terlalu percaya, itu rayuan terminal," ucapnya.
Meski demikian pihaknya belum secara jelas menyebutkan apakah sudah ada laporan dari nasabah FMS yang melakukan pelaporan terkait dugaan penipuan dalam investasi dengan imbalan bunga besar.
"Saya cek dulu. Masih di proses," ucapnya. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.