Denpasar (Antara Bali) - Kota Denpasar, Bali mengalami deflasi sebesar 0,19 persen selama bulan April 2010.

"Deflasi tersebut terjadi karena menurunnya harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada kelompok barang dan jasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, dari 66 kota di Indonesia yang menjadi sasaran servei, 45 kota di antaranya mengalami inflasi dan 21 kota deflasi.

Denpasar sendiri menempati urutan ke-14 dari 21 kota di Indonesia yang mengalami hal yang sama. Deflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,08 pesen dan terendah di Jambi 0,02 persen.

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 2,12 persen dan terendah di Palembang 0,01 persen.

Ida Komang Wisnu menjelaskan, Denpasar mengalami deflasi berkat harga kelompok bahan makanan turun 0,94 persen, makanan jadi, rokok dan tembakau 0,05 persen, serta kelompok transpor, komuniksi dan jasa keuangan 0,12 persen.

Sementara kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks terdiri atas kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen, kelompok sandang 1,11 persen, kelompok kesehatan 0,13 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,06 persen.

Beberapa komoditi yang harganya menurun antara lain bahan makanan jadi seperti beras, bayam, daging ayam ras, ikan tongkol, gula pasir dan minyak goreng, ujar Ida Komang Wisnu.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026