"Nantinya menjadi semacam `memorial garden` bagi tragedi kemanusiaan 12 Oktober 2002. Di tempat itu orang bisa mengheningkan cipta atas peristiwa yang menewaskan 202 orang," kata Djinaldi Gosana selaku humas Taman Perdamaian di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, tempat itu bisa dimanfaatkan oleh beberapa lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
"Kami harapkan agar taman ini bisa menjadi sebuah penanda bagaimana mewujudkan persatuan. Awalnya tragedi itu diciptakan untuk membuat perpecahan namun dengan semangat persatuan kita ciptakan sebuah tempat yang indah," ujar Djinaldi. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.