Denpasar (Antara Bali) - Subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) dalam pembentukan nilai tukar petani (NT) di Bali turun 1,83 persen dari 112,63 persen pada Juni menjadi 110,63 persen pada Juli 2013.

"Penurunan itu akibat naiknya indeks yang diterima petani sebesar 0,79 persen lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks yang dibayar petani 2,67 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, kenaikan indeks yang diterima petani didorong oleh naiknya harga komoditas kelapa sebesar 3,77 persen dan cengkeh 3,57 persen.

Sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan, akibat naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 2,98 persen. (M038)


Pewarta: Oleh IK Sutika
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026