"Para petani kesulitan mencari buruh di Bali," kata Ketua Asosiasi Petani Padi dan Palawija Indonesia (AP3I) Provinsi Bali, I Ketut Arsana Yasa, di Tabanan, Rabu.
Menurut dia, panen raya di Bali seharusnya pada akhir Juli atau awal Agustus 2013. Namun pada saat itu sudah banyak buruh tani, terutama di Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai lumbung padinya Pulau Dewata itu banyak yang mudik.
"Gejala ini sebenarnya sudah dirasakan sejak awal-awal bulan puasa lalu," kata Arsana.
Ia khawatir molornya panen raya itu berdampak buruk pada harga jual gabah di tingkat petani.
"Akibat tidak segera dipanen, kualitas gabah menjadi buruk. Hal ini akan menimbulkan kerugian tersendiri bagi para petani," katanya.
AP3I mendesak pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut dengan mengefektifkan teknologi pertanian yang bisa mempercepat proses panen. (M038)
Pewarta: Oleh Suar Eka BuanaEditor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.