Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali segera mengucurkan dana sebesar Rp46,9 miliar untuk memberdayakan 2.345 organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian (subak) di delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini dalam tahun 2010.

"Masing-masing subak mendapat bantuan sebesar Rp20 juta, nilai tersebut besarnya sama dengan tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr Ida Bagus Sudhawadi Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, bantuan pemberdayaan tersebut diberikan kepada 1.546 subak yang mengelola sawah (lahan basah) dengan pengairan secara teratur dan 799 subak abian, yakni perkumpulan petani yang mengelola lahan kering.

Bantuan subak tersebut diharapkan bisa direalisasi 26 April 2010, menjelang Hari Raya Galungan, hari kemenangan "Dharma" (kebaikan) melawan "Adharma" (keburukan).

Ida Bagus Sudhawa menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan bisa diserahkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada seluruh "Kelian" (ketua) subak di seluruh Bali.

Pemprov Bali memberikan kucuran dana secara berkesinambungan kepada Subak sejak tahun 2002, yang awalnya sebesar Rp10 juta per subak, kemudian ditingkatkan menjadi Rp15 juta hingga 2006. Sejak 2007 ditingkatkan menjadi Rp20 juta per subak hingga sekarang.

Penggunaan dana sebesar Rp20 juta per subak diarahkan untuk berbagai kegiatan sesuai hasil kesepakatan petani yang terhimpun dalam wadah organisasi pengairan tersebut.

Dengan demikian mampu memelihara dan melestarian organisasi subak, di tengah kecenderung lahan semakin menyusut, akibat peralihan lahan pertanian yang tidak dapat dihindari.

Hal itu dilakukan, mengingat organisasi subak yang diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat Bali sudah dikenal ke berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Bahkan ahli pertanian dari sejumlah negara pernah mengadakan studi banding mengenai subak ke Bali. Dikenalnya subak di mancanegara hendaknya mampu mendorong semua pihak untuk tetap melestarikan subak di Bali, ujar Ida Bagus Sudhawa berharap.

Irigasi pengairan yang lebih dikenal dengan subak mampu menyukseskan pembangunan bidang pertanian, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Organisasi pengairan tradisional dinilai sangat ampuh dan efektif dalam mengatur irigasi, sehingga lahan pertanian mendapat mengairan secara teratur sepanjang tahun.

Sistem subak, manajemen pembangunan bidang pertanian sudah teruji keampuhannya dalam mengatur pembagian air secara merata, memelihara serta memperbaiki sarana dan prasarana irigasi pertanian, tutur Ida Bagus Sudhawa.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026