"Sementara ini persiapan yang ada sudah bisa diterima, hanya beberapa hal seperti kerapian yang perlu dibenahi," kata Sugiharto saat beraudiensi beserta rombongan dengan Gubernur Bali.
Ia juga mengemukakan dirinya mendapat tugas mengawasi berbagai proyek yang masih berjalan di sekitar Bandara Ngurah Rai untuk menjamin kelancaran dan ketepatan waktu penyelesaian sehingga tidak mempengaruhi acara Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Bangsa-bangsa Asia Pasifik (KTT APEC) pada Oktober 2013.
"Kami juga sudah menyiapkan jadwal penerbangan yang nantinya disosialisasikan oleh Menkominfo sehingga pihak-pihak yang berkepentingan di bandara dapat menyesuaikan jadwal supaya tidak ada yang dirugikan," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik kesiapan pihak bandara khususnya Pangkalan TNI AU Ngurah Rai guna mengantisipasi perhelatan internasional yang akan diselenggarakan di Bali.
Menurut dia, hal ini, penting karena bukan saja menyangkut nama baik daerah namun juga nama baik negara. Ia menyadari tidak mudah untuk mengatur alur operasional bandara, apalagi di Bali pelabuhan udara komersial dan pelabuhan udara militer menjadi satu.
"Saya juga pernah bertugas mengatur bandara ketika bertugas dalam sebagai `police monitor` PBB di Namibia. Jadi saya tahu bagaimana rumitnya mengatur bandara," katanya.
Mantan Kapolda Bali itu berharap Danlanud Ngurah Rai dan jajarannya dapat membantu agar kelancaran operasional bandara selama berlangsungnya berbagai perhelatan internasional tidak sampai merugikan masyarakat.
KTT APEC yang kegiatan puncaknya akan dilaksanakan pada awal Oktober 2013 dijadwalkan dihadiri oleh 21 kepala negara serta ribuan delegasi internasional. (LHS)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.