"Resort wisata ini memiliki keunggulan dalam banyak hal. Tamu yang menyelam di perairan Kabupaten Raja Ampat bisa menyaksikan kekayaan alam bahari yang sangat luar biasa. Itu sebabnya kami perlu membuka kantor perwakilan di Bali," kata Fitriyanti, humas Raja Ampat Wisata Bahari dihubungi ANTARA dari Denpasar, Minggu petang.
Fitriyanti yang berada di Jakarta mengatakan, peresmian pembukaan kantor perwakilan di kawasan Sanur, Kota Denpasar, Bali, direncanakan berlangsung Kamis (15/4).
Gubernur Papua Barat Abraham Attururi dijadwalkan turut menghadiri kesempatan yang bisa mempromosikan kemajuan provinsi baru tersebut.
Selain acara seremonial pembukaan kantor cabang resort bahari itu, juga akan dilaksanakan bedah buku tentang Raja Ampat. "Tajuk bedah buku itu adalah 'Mengantarkan Raja Ampat Ke Pentas Dunia', dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang mumpuni," kata Fitriyanti.
Resort bahari Raja Ampat terletak di gugus Kepulauan Raja Ampat di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Pulau-pulau besar di sekitar resort yang terletak di kawasan kepala burung, Pulau Irian itu adalah Pulau Gam, Pulau Waigeo, Palau Salawati, dan Pulau Batanta.
Dari Sorong, ibukota Provinsi Papua Barat, resort bahari ini bisa dicapai melalui penerbangan sewa selama sekitar 45 menit ke arah barat laut.
Sekalipun resort ini berada di Indonesia, namun nyaris semua tamunya selama hampir 52 pekan pelayanan dalam setahun diborong oleh tamu mancanegara.
Dari 52 pekan dalam setahun, resort ini nyaris sepanjang tahun bisa diselami untuk dinikmati keindahan dan kekayaan baharinya. Oleh berbagai organisasi perkumpulan penyelam dunia, Raja Ampat diakui sebagai satu dari sedikit lokasi penyelaman yang paling indah di dunia.
"Keindahan itu sudah melegenda di kalangan penyelam dan peminat serta penikmat kekayaan bahari bawah laut internasional. Terumbu karang, ikan dari ratusan species dan ekosistem di bawah airnya sungguh luar biasa," kata Fitriyanti.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.