Chicago (Antara Bali) - Emas berjangka naik tajam ke tertinggi dua pekan pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS melemah setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap rendah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik 32,5 dolar AS atau 2,61 persen, menjadi menetap di 1.279,9 dolar AS per ounce.

Bernanke pada Rabu sore mengatakan bahwa "kebijakan yang sangat akomodatif diperlukan di masa mendatang," sebuah indikasi untuk melanjutkan stimulus Fed yang telah mempertahankan suku bunga mendekati nol.

Pesan Fed memukul dolar AS, sehingga turun tajam terhadap mata uang saingan utamanya. Greenback (dolar AS) yang lebih lemah menguntungkan komoditas dalam denominasi dolar, seperti emas, karena membuat harganya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa analis percaya, emas akan berupaya menembus 1.300 dolar AS per ounce. (Antara/Xinhua/ADT)



: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026