"KAI sudah mendapatkan dana PSO Rp704,7 miliar pada APBN-P 2013. Dana itu digunakan selain untuk pengembangan infrastruktur dan layanan, juga agar tarif KRL tidak dinaikkan," kata Mangindaan, usai Rapat Koordinasi Persiapan Menghadapi Hari Besar Keagamaan, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu.
Menurut Mangindaan, pencairan dana PSO untuk KAI sudah mendapat persetujuan dari Komisi V DPR-RI. "Jadi tidak akan ada kenaikan tarif KRL. Sedangkan kereta jarak jauh subsidi hingga Rp4.000 per orang per kilometer," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Ignatius Jonan mengatakan dengan subsidi tersebut semua KRL akan dipasangi pendingin ruangan, sedangkan kereta ekonomi jarak sedang dan jauh yang sudah dipasangi pendingin ruangan sederhana, akan diperbaiki secara bertahap.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan tujuan pemberian subsidi adalah membantu penumpang kereta yang mempunyai daya beli terbatas.
Realisasinya, pada 1 Juli 2013, KAI menurunkan tarif KRL Commuter Line di Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sekitar 50 persen dari tarif sebelumnya. (LHS)
Pewarta: Oleh Royke Sinaga: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.