Denpasar (Antara Bali) - Deklarator Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat Surya Paloh memuji sikap politik PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sungguh di luar dugaan, yakni tetap menjadikan partainya sebagai wahana untuk terus mengkritisi pemerintahan.

"Pilihan politik seperti dalam pidato Megawati saat pembukaan kongres, sungguh sangat monumental dan spektakuler," kata Surya Paloh usai pembukaan Kongres III PDIP di Sanur, Bali, Selasa.

Ia mengatakan, monumental dan spektakuler yang dimaksud, adalah pilihan sikap politik yang sangat sulit dilakukan di tengah tawaran kekuasaan yang luar biasa menggiurkan.

Megawati secara sangat eksplisit memilih untuk tetap berada di luar koalisi, yakni dengan cara menempuh pilihan oposisi.

"Saya sangat salut dengan sikap yang diungkapkan Megawati," ucapnya.

Sementara dalam pidato politiknya, Megawati mengatakan, pilihan sikap politik ini merupakan ujian dan menjadi sejarah, sehingga tak perlu dipusingkan ketika makna ideologis dipahami betul-betul oleh partai.

"PDI Perjuangan ditakdirkan untuk memprioritaskan pada upaya mengangkat harkat dan martabat wong cilik dari pada bagi-bagi kekuasaan," katanya.

Megawati merasa sangat yakin bahwa PDIP akan kembali menemukan puncak keemasannya pada masa depan bila selalu berada bersama rakyat.

"Kita akan mencapai puncak keemasan, apabila kita tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, dan menjauhkan kepentingan pribadi," ungkapnya.

Megawati juga mengingatkan agar kader partai tidak perlu berpola pragmatis, transaksional demi kepentingan individual jangka pendek.

"Partai politik jangan dijadikan tempat untuk mengumpulkan kekayaan individual. Semua itu harus dilawan dengan semangat dan militansi yang berakar pada ideologi PDIP sebagai partainya membela kepentingan rakyat yang termarjinalkan," ucap Megawati yang disamput tepuk tangan hadirin.

Pada pembukaan kongres itu juga dihadiri oleh ketua partai politik dan tokoh-tokoh nasional antara lain Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, Sekjen Golkar Idrus Marham, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara dari Partai Demokrat diwakili oleh Melanie Leimena. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua DPD Irman Gusman, tokoh masyarakat Sultan Hamengku Buwono X dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso serta Kwiek Kian Gie.(*)





: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026