"Dari dana Gerbangsadu yang kami terima Rp1,02 miliar dari Pemprov Bali, sebanyak Rp200 juta kami manfaatkan untuk pembangunan fisi berupa pembangunan pasar tradisional dan membiayai perpipaan air baru," kata Kepala Desa Bukit I Wayan Sudana saat menerima kunjungan rombongan wartawan dan Humas Pemprov Bali, di Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin.
Pihaknya merasa sangat beruntung mendapatkan kucuran program Gerbangsadu di tengah jumlah warga miskin di daerahnya yang terletak di ujung timur Pulau Bali yang mencapai 478 KK. Daerahnya juga sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Ia mengemukakan untuk pembangunan infrastruktur telah dibuat perpipaan baru sepanjang lima kilometer dari Desa Bukit menuju Desa Jumenang dan Kampung Anyar yang melingkupi empat banjar (dusun adat). Perpipaan baru ini dengan mengubah besaran ukuran pipa dari satu dim menjadi tiga dim.
"Dana itu juga digunakan untuk merenovasi atau memelihara perpipaan sepanjang 3,5 kilometer dari Desa Batugunung menuju Sekar Gunung. Dengan berbagai langkah ini kami harapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih," ujarnya.
Masih terkait pembangunan fisik, ujar dia, dana Gerbangsadu digunakan pula untuk pembangunan pasar tradisional. Sudana mengatakan ketiga proyek fisik itu pengerjaannya sudah rampung walaupun dana baru didapatkan akhir Desember 2012.
"Sementara untuk pelaksanaan usaha ekonomi produktif sesuai dengan yang digariskan Pemprov Bali, sebanyak Rp800 juta sudah berhasil semuanya disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) kepada kelompok maupun perseorangan dengan suku bunga satu persen," katanya.
Sudana mengatakan penerima manfaat dana ekonomi produktif sebanyak 15 kelompok dan 16 perorangan yang berusaha di bidang kerajinan rumah tangga, usaha perdagangan, hingga peternakan babi dan ayam.
"Hingga kini, kelompok sudah ada yang menyerap pinjaman maksimal hingga Rp60 juta dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan kelompok. Keanggotaannya bervariasi antara 10-15 orang. Kami bersyukur sampai sekarang perguliran permodalan tidak ada yang macet bahkan asetnya dari Rp800 juta menjadi Rp900 juta lebih," ucapnya.
Pihaknya ke depan mengharapkan pemerintah dapat membantu lebih banyak program sosial ke desanya karena hingga saat ini juga masih tersisa 129 rumah tidak layak huni yang terpaksa ditempati warga.
Pemerintah Provinsi Bali pada 2012 sudah menggelontorkan dana bantuan program Gerbangsadu Mandara sebesar R1,02 miliar kepada 82 desa di Pulau Dewata dengan tingkat kemiskinan di atas 35 persen.(LHS)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.