"Kami berharap masyarakat mewaspadai terjadinya bencana-bencana seperti itu," kata Bupati Gianyar Anak Agung Gde Bharata, Selasa.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan melakukan tindakan pencegahan bencana, seperti menebang ranting atau pohon yang sudah tua dan membersihkan got-got dari sampah.
"Sekarang ini bencana alam apa pun bisa terjadi kapan saja dan tanpa diduga-duga," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar Pande Wayan Supartha menyebutkan bahwa ada tiga kecamatan yang rawan tanah longsor dan pohon tumbang, yakni Payangan, Tegallalang, dan Tampaksiring.
"Tiga wilayah ini memang dari tahun ke tahun berpotensi tanah longsor dan pohon tumbang karena lokasinya berada di dataran tinggi dengan pohon-pohon yang besar dan menjulang," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Pande Wirbhuana mencatat bahwa selama periode Januari-Mei 2013 penderita demam berdarah mencapai 335 orang, satu di antaranya meninggal dunia. (LHS)
: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.