Nusa Dua (Antara Bali) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menilai perlu sinergi dari berbagai pihak dalam menggali potensi laut untuk menjaga ketahanan pangan di seluruh kawasan dunia.
"Laut sangat berperan dalam ketahanan pangan sehingga nanti tidak hanya mengandalkan bahan pangan dari daratan," kata Sharif usai membuka Asia Conference on Oceans, Food Security and Blue Growth (ACOFB) di Nusa Dua, Selasa.
Selain itu laut juga sangat berperan dalam meningkatkan perekonian di satu kawasan baik regional maupun internasional.
Selama ini potensi di laut adalah yang dapat diperbaharui, seperti ikan dan terumbu karang, dan juga yang tak bisa diperbaharui yakni berupa mineral dan gas. "Untuk bisa menggali potensi kelautan tersebut harus ada sinergi antara berbagai pihak, mulai dari kalangan investor, perbankan sampai legislatif, yang tentunya berkaitan dengan pendanaan," ucapnya.
Saat ini tingkat penanaman modal di sektor perikanan dan kelautan di Tanah Air terus meningkat seiring minat investor yang tinggi.
Penggalian potensi itu untuk mempertahankan peranan Indonesia dalam ketahanan pangan di sektor kelautan. Apalagi negeri ini berada di kawasan benua Asia yang wilayah lautnya sekitar 66 persen dari permukaan bumi.
Wilayah laut Asia mempunyai peran sentral dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi di dunia sekaligus menyediakan pangan karena terdapat dua samudera, yakni Samudera India dan Pasifik. "Peran sektor kelautan Asia di masa depan sangatlah penting bagi kelanjutan lingkungan dan ketersediaan pangan di dunia sehingga kawasan tersebut harus dijaga keberlanjutannya," ucapnya. (IGT)
Pewarta: Oleh IGK Agung W: I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.