"Dalam membuat perencanaan harus ada evaluasi, dan tidak mesti semua bahan promosi sama dengan tahun sebelumnya," kata Wakil Ketua Bidang Promosi dan Marketing Bali Tourism Board (BTB) Herdy D Sayoga di Denpasar, Selasa.
Ia mengamati, bahan promosi 2010 yang sudah ditetapkan pemerintah tidak bisa diubah lagi, padahal perubahan itu sangat penting dalam upaya menjaring pangsa pasar yang lebih luas.
"Semua bahan sudah ditentukan oleh pemerintah. Namun pihak dinas menyatakan akan menyampaikan secara tertulis," kata Herdy di sela menghadiri rapat dengan Diparda Bali.
Menurut dia, bahan promosi seharusnya disesuaikan dengan segmen yang ingin disasar. Bahan promosi untuk jurnalis tentu berbeda dengan bahan promosi bagi konsumen dan berbeda juga untuk "wholesaler" atau agen besar di berbagai kawasan pasar wisata dunia.
"Ini harus jelas dulu, pangsa pasar mana yang mau kita garap," ujarnya.
Herdy menjelaskan, Bali tahun 1930 merupakan destinasi pariwisata umum. Namun saat ini Pulau Dewata sudah mengalami perubahan segmentasi.
"Konsep pariwisata kita adalah budaya. Tapi harus disadari bahwa Bali juga sudah menjadi destinasi wisata 'MICE' maupun 'Wedding' yang memerlukan kemasan berbeda tanpa meninggalkan konsep," ucapnya.
Meski begitu, Herdy menyatakan komitmen untuk tetap mendukung promosi yang telah digariskan pemerintah.
"Kami mencoba memaksimalkan apa yang menjadi bahan promosi pariwisata dari pemerintah tersebut," katanya menegaskan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.