Singaraja, Bali (ANTARA) - Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja I Gede Suwindia mengajak lulusan baru institut keagamaan Hindu negeri terbesar di daerah dengan sebutan "Pulau Dewata" tersebut dapat menciptakan lapangan kerja.
"Saya berpesan kepada 446 orang lulusan yang telah diwisuda dapat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja di tengah kondisi saat ini," katanya dalam keterangan di Singaraja, Provinsi Bali, Sabtu.
Ia mengatakan lulusan IMK tidak seharusnya membatasi diri hanya sebagai pencari kerja, tetapi harus berani menjadi pencipta peluang usaha dan lapangan kerja.
Dirinya menjelaskan seluruh lulusan perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja tersebut, telah dibekali kompetensi tambahan yang tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
“Kami berpesan kepada seluruh alumni, jangan hanya berorientasi menjadi pegawai pemerintah. Manfaatkan keterampilan yang telah diperoleh selama kuliah untuk membuka peluang usaha sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," katanya.
Pihaknya ingin para lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Suwindia juga mencontohkan beberapa mahasiswa yang telah aktif berwirausaha melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berbasis ekonomi kreatif dan bisnis daring.
"Mahasiswa kami sudah memiliki unit usaha sendiri, berkoordinasi dengan teman-teman lintas prodi dan memanfaatkan dunia digital untuk berjualan online. Itulah bentuk nyata kemandirian yang kami dorong,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para lulusan IMK untuk tetap menjunjung tinggi nilai integritas, spiritualitas, dan cinta dalam berkarya di tengah perkembangan global saat ini.
“Tetaplah berjalan di atas rel kebenaran dan berkaryalah dengan cinta. Publik akan menilai, dan mereka yang tulus pasti akan diterima,” katanya.
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja melaksanakan wisuda dengan total 124 orang lulusan Program Pascasarjana (S2) dan 322 orang Program Sarjana Strata 1 (S1).
Rata-rata masa studi untuk program S2 mencapai 2,5 tahun, sedangkan untuk S1 empat tahun. Sebanyak 116 wisudawan berasal dari luar Bali, termasuk Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
Dalam kesempatan itu, Institut Mpu Kuturan juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi. Wisudawan terbaik diraih Made Mudikusrini (S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan), Kadek Anisa (PGSD), Luh Putu Dila Permata Sari (Ilmu Komunikasi Hindu), Putu Sinta Prathiwiningsih (Filsafat Hindu), dan I Putu Juni Astrawan (Hukum Agama Hindu).
