Yogyakarta (Antara Bali) - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta bersiap memutakhirkan basis data usaha mikro kecil dan menengah, sehingga diketahui kondisi terkini dari usaha yang mampu mendukung kegiatan perekonomian di wilayah itu.

"Dengan kegiatan pemutakhiran basis data usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), diharapkan akan diperoleh data yang valid mengenai keberadaan UMKM baru di wilayah ini," kata Kepala Seksi Kajian dan Pengembangan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Sudarmono di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, dengan adanya data yang valid mengenai kondisi UMKM di Kota Yogyakarta, maka bisa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan program atau kebijakan yang sesuai, misalnya pemberian bantuan.

Program rutin dilakukan untuk pengembangan UMKM di Kota Yogyakarta di antaranya adalah pelatihan, dan pendampingan serta upaya motivasi kepada pelaku UMKM agar bisa terus mengembangkan usaha yang dirintisnya.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta sudah memasukkan pekerjaan pemutakhiran basis data UMKM itu melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Yogyakarta dengan nilai pekerjaan sebesar Rp105,35 juta.

"Kami harapkan, proses lelang bisa berjalan dengan lancar dan Juli sudah ada hasil dari pemutakhiran basis data UMKM di wilayah," ujarnya, berharap. (LHS)

Pewarta: Oleh Eka Arifa Rusqiyati
: Ni Luh Rhismawati

COPYRIGHT © ANTARA 2026