"Seni budaya Islami harus dipertahankan dan dikembangkan terutama di kalangan generasi muda," katanya, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Tual Adam Rahayaan saat pawai Taaruf peserta MTQ XXV tingkat provinsi di Tual, Sabtu.
Menurut gubernur, sebagian besar generasi muda saat ini tidak lagi mengetahui, bahkan tidak peduli pada perkembangan tradisi, seni dan budaya maupun adat-istiadat leluhur akibat derasnya arus globalisasi.
Perkembangan globalisasi juga berdampak terhadap berubahnya adat istiadat tradisional menjadi budaya moderen dan banyak dianut generasi muda saat ini.
Karena itu, semua komponen masyarakat perlu bekerja keras untuk melestarikan kekayaan seni budaya serta adat-istiadat sebagai bagian bagian dari jati diri masyarakat Maluku.
Seni budaya bernuansa Islami, kata gubernur, jika dikembangkan dan dilestarikan akan menjadi bagian dari pembangunan rohani umat beragama di daerah ini."Dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memperkaya khasanah budaya daerah dan nasional sebagai jati diri bangsa, sekaligus daya tarik pariwisata," tandasnya.
Pawai Taaruf menjelang pembukaan MTQ Tingkat Provinsi Maluku di Kota Tual diikuti 400-an kafilah dari sembilan kabupaten dan kota. (LHS)
Pewarta: Oleh: Jimmy Ayal: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.