"Kami mengimbau supaya tayangan lebih mengajak masyarakat untuk religius dan mendidik," kata Tifatul pada "breakfast meeting" di Jakarta, Senin.
"Breakfast meeting" dilangsungkan bersama para CEO Penyiaran televisi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa asosiasi penyiaran.
Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pemilik stasiun televisi untuk mengurangi tayangan yang mengandung horor, kekerasan dan seks, termasuk tayangan lawakan memasuki bulan Ramadhan.
"Saya mendukung, kalau memungkinkan tayangan Ramadhan itu mengajak orang untuk lebih religi. 11 bulan orang bergelimang dengan berbagai aktivitas jadi satu bulan untuk menahan diri makanya pada Idul Fitri itu kembali fitrah," tambah Tifatul. (*/DWA)
: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026