"Ada penurunan, tetapi tidak signifikan, hanya individual pax dari Jakarta, " katanya, kepada ANTARA di Beijing, Sabtu.
Sentot Mujiono mengemukakan tingkat isian Garuda Jakarta-Shanghai selama periode Januari hingga April tercatat 80 persen, sedangkan Mei diperkirakan turun menjadi sekitar 78 persen.
"Jadi tetap ada kenaikan tingkat isian di periode mendatang," ujarnya.
Apalagi, lanjut Sentot, Pemerintah China sangat cepat penanganannya sehingga dapat segera ditangani jalur penyebaran virus tersebut.
Garuda Indonesia melayani jalur Jakarta-Shanghai setiap hari menggunakan Airbus 330-200 kapasitas 222 tempat duduk.
"Dari tingkat isian sekitar 80 persen itu, 60 persen diantaranya merupakan penumpang yang berasal dari Shanghai / China," katanya. (*/DWA)
: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.