Denpasar (Antara Bali) - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kini mengelola program pascasarjana (S-2) dan S-3 dengan didukung fasilitas, termasuk tenaga dosen dalam jumlah yang memadai.
"Fasilitas gedung berlantai tiga di kota Denpasar yang sangat representatif akan sangat membantu kegiatan proses belajar-mengajar di lembaga pendidikan bernuansa Hindu," kata Rektor IHDN Denpasar, Prof Dr I Made Titib di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, gedung yang dibangun dengan dana pemerintah pusat itu penggunaannya khusus untuk program pascasarjana yang mulai berfungsi setelah diresmikan Dirjen Bimas Hindu Departemen Agama Prof Dr Ida Bagus Yudha Triguna.
Selain fasilitas pendukung yang memadai, IHDN telah memiliki empat gurubesar dan puluhan dosen yang menyandang gelar doktor.
Prof Titib menjelaskan, dalam pelaksanaannya sejumlah perguruan tinggi di Bali, antara lain Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Universitas Hindu (UNHI) dan Undiksa Singaraja akan sanggup membantu proses belajar-mengajar pascasarjana.
Demikian pula Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) akan memberikan bantuan yang maksimal kepada IHDN, tutur Prof Titib.
Program Studi Brahma Widya IHDN Denpasar kini memiliki 274 mahasiswa dan yang telah lulus tercatat 175 orang.
Program studi Dharma Acarya memiliki 430 mahasiswa dan menamatkan lebih dari 200 orang.
IHDN dalam tahun kuliah 2009 menerima mahasiswa baru sekitar 500 orang untuk S-1 pada tiga kampus yang tersebar di kota Denpasar, Singaraja dan Bangli.
Upaya membuka program S-2 dan S-3 sebagai upaya meningkatkan mutu lulusan, sesuai yang ditekankan Menteri Agama, tutur Prof Titib.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026