Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Barat Ridwan Syah di Mataram, Senin, mengatakan, dalam hal ini diperlukan investasi, karena itu PT Angkasa Pura mengundang investor untuk membangun fasilitas tersebut.
"PT Angkasa Pura mengundang investor untuk membangun fasilitas di dalam kawasan BIL. Luas kawasan bandara ini merupakan yang kedua setelah Bandara Seokarno Hatta, yakni seluas 551 hektare. Terkait investasi tersebut perlu didukung oleh kondisi sosial di sekitar kawasan bandara," katanya.
Ia mengatakan, bagaimana investor berminat untuk membuka usaha, kalau mereka merasa tidak nyaman dan tidak ada kemudahan. Dalam hal ini tidak bisa hanya dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dan PT Angkasa Pura.
Menurut dia, keberadaan BIL ini menjadi semakin strategis, karena di sebelah selatan bandara itu ada Mandalika Resor. (LHS/IGT)
Pewarta: Pewarta: Masnun Editor : I Gusti Ketut Agung Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.