Singaraja, (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginap di rumah warga miskin yang mendapat bantuan sosial "Bedah Rumah" di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu malam.

Kepala Bagian Pengumpulan Informasi Biro Humas Pemprov Bali, Anak Agung Ngurah Suta, megatakan, Pastika sengaja menginap di rumah warga agar dapat merasakan langsung kondisi masyarakat kecil di daerah itu sehingga bisa memberikan inspirasi untuk terus meningkatkan program pembangunan ke depannya.

Desa Sidatapa merupakan salah satu desa tertinggal di Kabupaten Buleleng yang terletak di daerah ketinggian dan masyarakatnya hanya bergantung pada hasil pertanian musiman, pengrajin sangkar ayam (guungan), dan buruh lepas.

"Gubernur akan tidur di rumah salah satu warga yang mendapat bantuan Bedah Rumah, sedangkan rombongan lainnya termasuk simpatisan sudah disediakan tenda untuk tidur bersama di sekitar rumah warga tersebut," ujarnya.

Suta menjelaskan bahwa bantuan perbaikan rumah diambilkan dari APBD Provinsi Bali senilai Rp25 juta per rumah. Di Desa Sidatapa, Pemrvop Bali sudah merealisasikan bantuan perbaikan 40 unit rumah tidak layak huni.

Sementara itu, Made Open (51), salah satu warga yang mendapat bantuan Bedah Rumah mengaku bangga memiliki Gubernur yang sudi turun langsung ke masyarakat sehingga masyarakat bisa langsung menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah setempat.

Made Open yang 0kesehariannya bekerja sebagai buruh harian seperti buruh bangunan, membersihkan perkebunan, dan berbagai kegian harian yang bisa dia kerjakan sehari-hari untuk bisa meningkatka perekonomiannya.

Ni Luh Nurning (53), istri Made Open, bekerja sebagai pengrajin sangkar ayam (guungan) dan Putu Arya (28), anaknya, bekerja sebagai buruh harian yang tidak tetap.

Sebelumnya Made Open mengaku kondisi rumahnya sangat memprihatinkan yang hanya berdinding bata tanah (cetakan tanpa dibakar) dan atap seng yang sudah banyak bocor dan hanya memiliki satu kamar tidur, sehingga mereka tidur bersama di satu kamar tersebut.

"Memang rumah saya dulu sangat memprihatinkan, apalagi pada saat musim hujan deras sulit tidur karena air masuk baik itu dari atap yang bocor dan hempasan air hujan dari luar kamar," katanya.

Menurut dia, bantuan rumah layak huni saat ini sudah sangat mencukupi bagi dirinya karena sudah lebih luas dari rumah sebelumnya yaitu terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan dapur semi permanen di sebelah kiri bangunan tersebut. (GDE)



(T.KR-MDE/B/M038/M038) 13-04-2013 21:38:40


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026