Sleman (Antara Bali) - Komisi III DPR akan berkoordinasi dengan Komisi I untuk membentuk tim independen guna menginvestigasi insiden penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB, Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Komisi III segera berkoordinasi dengan Komisi I untuk membahas peristiwa penyerangan Lapas Cebongan dan penembakan terhadap empat tahanan. Pembahasan tersebut bertujuan membentuk tim independen guna melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Muzamil Yusuf di Lapas Cebongan, Kamis.

Menurut dia, tim independen ini terdiri dari pihak-pihak yang netral, namun tetap melibatkan Polri dan TNI AD. "Mungkin pekan depan kami akan berkoordinasi dengan Komisi I, kami juga akan panggil Panglima TNI, KASAD dan Kapolri, biarkan mereka memilih orang-orang yang kompeten, dan dari sipil juga bisa masuk tim ini," katanya.

Ia mengatakan, pembentukan tim independen tersebut dilakukan setelah Komisi I melihat langsung kondisi dan kronologi di Lapas Cebongan, dan bertemu dengan Kapolda DIY, Kapolres Sleman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham, Kepala Lapas Cebongan, Penjaga Lapas dan para tahanan yang menjadi saksi peristiwa tersebut.

"Jangan sampai ini terkubur. Ini merupakan catatan besar yang merupakan pelanggaran HAM berat sebab peristiwa ini terjadi di lembaga milik negara yang harusnya bisa melindungi rakyatnya, tapi ternyata gagal," katanya. Insiden penyerangan di Lapas Cebongan yang diikuti dengan penembakan terhadap empat tahanan titipan tersebut terjadi pada Sabtu (23/3) dini hari. (LHS)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026