Negara (Antara Bali) - Industri pengalengan ikan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana ikut merasakan dampak kenaikan harga bawang putih, karena ongkos produksi mereka jadi lebih mahal.

"Memang kami tidak banyak menggunakan bawang putih, tapi tetap saja kenaikan harga yang cukup tinggi ini berpengaruh terhadap biaya produksi," kata Kepala Personalia Dan Umum PT Bali Maya Permai (BMP), Putut Wibisono di Negara, Rabu.

Menurut Putut, pabrik pengalengan ikan tersebut membeli bawang putih untuk campuran bumbu ikan, antara 100 kilogram hingga 200 kilogram.

"Kami tidak beli sebanyak itu tiap hari, besarnya kebutuhan bawang putih tergantung kapasitas produksi, khususnya jumlah ikan yang kami miliki," ujarnya.

Pantauan di lapangan, harga bawang putih di desa-desa mencapai Rp70 ribu perkilogram, sementara bawang merah Rp55 ribu perkilogram.(GBI)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026