"Dalam kurikulum baru nanti mata pelajaran agama tidak berdiri sendiri, tetapi digabung dengan pendidikan budi pekerti, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil anak didik yang mempunyai wawasan keagamaan baik dan budi pekertinya juga baik," katanya pada Dies Natalis ke-37 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di gedung Auditorum UNS Kentingan Solo, Senin.
Mendikbud mengatakan penggabungan mata pelajaran tersebut akan diberlakukan mulai sekolah paling rendah secara bertahap, seperti untuk sekolah dasar (SD) akan diawali dari kelas satu, SMP juga kelas satu begitu juga untuk SMA.
"Jika semuanya sudah selesai baru diterapkan semuanya, sehingga tidak perlu khawatir bagi anak-anak yang sudah kelas dua atau kelas tiga baik bagi SMP maupun SMA/SMU," katanya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya sangat sependapat dengan program Mendikbud mengenai beasiswa bidikmisi, karena bisa menyentuh semua anak bangsa meski dari keluarga tidak mampu mempunyai prestasi dalam bidang akademis juga bisa kuliah di perguruan tinggi. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.