Denpasar (Antara Bali) - Pengamat transportasi dari Universitas Udayana Prof I Wayan Redana mengusulkan pada pemerintah daerah untuk memperpendek jeda jarak antarbus Trans Sarbagita pada saat pagi hari karena realitanya penumpang masih banyak yang mengantre.

"Kalau bisa pada saat penumpang banyak atau jam sibuk mestinya bus itu jaraknya lebih dekat untuk mengangkut penumpang, dan pada saat sepi bisa dijauhkan," katanya yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana itu di Denpasar, Senin.

Menurut dia, keberadaan Trans Sarbagita sudah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat umum, khususnya lagi bagi mahasiswa dan para dosen di Kampus Universitas Udayana yang harus setiap hari bolak-balik Denpasar-Jimbaran.

"Dengan bus yang semakin lancar, maka niatan masyarakat kian tumbuh untuk menggunakan angkutan umum. Sarbagita sudah semakin bagus dengan melihat jumlah penumpang yang meningkat dan opini penumpang yang makin bagus," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum koridor Trans Sarbagita semuanya dibuka menghubungkan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan, pemerintah diharapkan bisa melaksanakan kerja sama untuk pengadaan bus lebih banyak lagi sehingga jeda antarbus dapat diperpendek, tidak lagi harus menunggu 15 menit.

"Jika berkaca dari pengalaman daerah lain, badan yang mengelola bus atau angkutan umum dalam bentuk Badan Layanan Umum, sehingga swasta bisa masuk dalam penyediaan sarana ini," ujarnya.

Redana menyebut penambahan armada bus dan pemberian subsidi untuk penumpang, utamanya bagi siswa dan mahasiswa tidak akan sia-sia karena generasi muda adalah aset bangsa yang paling besar. (LHS/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026