"Ini baru pertama kalinya kita ikut dalam festival Kamakura yang diharapkan menjadi langkah terobosan promosi untuk pasar Jepang," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) M. Faried di Jakarta, Senin.
Faried yang memimpin delegasi Indonesia dalam festival budaya tersebut mengatakan selama ini promosi untuk pasar Jepang cenderung baru dilakukan di kota-kota besar dan hanya saat musim semi dan musim panas.
Dalam festival itu, delegasi Indonesia mendistribusikan brosur wisata Indonesia sekaligus menyajikan kesenian Sasando Rote dari NTT.
"Sasando kami harapkan menjadi daya tarik karena selama ini musik tradisional yang tampil umumnya gamelan Jawa atau kesenian Bali sehingga ini juga bagian dari menjual destinasi Bali-beyond," katanya.
Ia menjelaskan, nyatanya saat Sasando dimainkan mengiringi lagu-lagu Jepang, pengunjung festival banyak yang terpukau.
"Ini menjadi daya tarik stand Indonesia selama tiga hari festival pada 14 sampai 16 Februari 2013," katanya. (*/DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.