"Mereka juga bimbang memilih antara mengembangkan diri di luar negeri atau kembali ke tanah air. Dilema ini harus ditemukan solusinya," kata Koordinator Pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia , Muhammad Mufti Azis kepada ANTARA London, Kamis.
Azis mengemukakan hal itu dalam loka karya yang diadakan pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Swedia dalam rangkaian acara Winter Gathering PPI Swedia 2013 yang diadakan di Stockholm, juga dihadiri oleh Dubes RI di Swedia Dewa Made Juniarta Sastrawan.
Dia mengatakan acara workshop yang mendapat dukungan KBRI Swedia diikuti sekitar 50 pelajar yang tengah menuntut ilmu diberbagai daerah di Swedia seperti Stockholm, Gothenburg, Uppsala, Lund, Karlstad, Linköping, Borås, Borlange dan juga datang dari Jerman , Belanda , Barcelona, Spanyol, dan Copenhagen, Denmark.
Menurut Muhammad Mufti Azis, belajar ke luar negeri merupakan impian sebagian besar pemuda Indonesia karena akan membuka wawasan pengetahuan dan mengejar impian. "Beragam usaha dilakukan diantaranya dengan berkompetisi mengejar beasiswa ke luar negeri atau dengan biaya sendiri," ujarnya. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.