Tabanan (Antara Bali) - Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan Bali  ditargetkan mencapai 3.975 ton pada 2014 naik dari yang saat ini hanya 580 ton  pada 2009.

"Dengan langkah-langkah strategis yakni intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi, produksi perikanan budidaya pada tahun 2014 kami targetkan mencapai 3.975 ton," kata Kadis Perikanan dan Kelautan Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa, di Tabanan, Kamis.

Dikatakan Wirna, langkah ini sebagai upaya mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mencanangkan tahun 2015 Indonesia menjadi negara utama penghasil produk kelautan dan perikanan.

"Kami siap menggenjot produksi perikanan budidaya," kata Wirna di sela diskusi Strategi dan Langkah-langkah Operasional Peningkatan Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Pesiapan, Tabanan.

"Melalui langkah-langkah strategis itu diharapkan potensi perikanan yang ada bisa lebih tergarap secara optimal," kata dia yang didampingi Kepala Balai Benih Ikan Pesiapan, Agus Rochdianto,.

Saat ini luas kolam di Tabanan  sekitar 85 hektare, hanya saja yang kondisinya baik dan produktif sekitar 37,2 ha, tambahnya, dengan ekstensifikasi, luas kolam yang ada akan ditingkatkan mencapai sekitar 169,6 ha pada tahun 2010.

Selain itu, kata Wirna, dengan wadah budidaya lainnya seperti sawah, saluran irigasi dan jala terapung (jalapung), target produksi yang ditetapkan mendukung visi KKP dipastikan bisa terwujud.

Dia mengakui, guna mewujudkan semuanya itu, diperlukan dukungan SDM dan dana yang memadai yakni sekitar Rp66 miliar.

Terkait hal itu, pada tahun ini pihaknya telah mengajukan usulan dana pengembangan wirausaha pemula perikanan budidaya ke Dirjen Perikanan Budidaya KKP sejumlah Rp13 miliar.

Nantinya dana ini akan digunakan untuk pengembangan komoditas ikan nila dalam  sejumlah 50 paket senilai, Rp4,7 miliar, ikan karper 80 paket senilai Rp4,3 miliar, ikan gurami 17 paket senilai Rp1,5 miliar, lele 35 paket senilai Rp1 miliar dan komoditas ikan lainnya 20 paket senilai Rp1,3 miliar.

Sementara terkait langkah-langkah strategis dan usulan Diskanlaut Tabanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali  I Gusti Putu Nuriartha  yang hadir dalam diskusi tersebut, menyatakan mendukung upaya Tabanan. 

Acara menghadirkan narasumber utama I Made Suitha APi, kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB), Karawang, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Made L Nurjana.

Kepala BLUPPB Karawang, I Made Suitha memaparkan strategi dan langkah-langkah operasional peningkatan produktivitas usaha budidaya perikanan dalam rangka mewujudkan visi KKP.

Suitha juga memaparkan teknik budidaya ikan terintegrasi dengan usaha peternakan serta berbagai peluang usaha budidaya perikanan yang layak dikembangkan di Bali.

"Kalau ada kelompok dan penyuluh perikanan yang ingin memperdalam pengetahuan tentang usaha perikanan budidaya, silakan magang di BLIPPB Karawang," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Suitha menghimbau  para penyuluh perikanan bisa memberikan contoh nyata usaha perikanan. Karenanya, penyuluh dituntut memiliki usaha perikanan yang dikelolanya secara profesional dan berhasil.

Selain dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, acara diskusi ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Bangli, Badung, Denpasar dan Buleleng. Selain itu, hadir juga para kepala UPTD Perikanan dan Penyuluh Perikanan serta para ketua kelompok pembudidaya ikan seluruh Kabupaten Tabanan.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026