Denpasar (Antara Bali) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali menilai sulit menentukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ideal karena tergantung kondisi di pasaran internasional.

"Memang kami sulit untuk menentukan harga BBM yang sepatutnya sebab semuanya tergantung dari tinggi rendahnya di pasaran dunia," kata Ketua Umum Kadin Bali Gde Sumarjaya Linggih di Denpasar, Minggu.

Untuk menentukan harga kenaikan harga BBM semua pihak harus memperhatikan tidak dari satu sisi saja, karena kenaikan itu dilakukan guna menghapus subsidi bahan bakar.

 Penghapusan subsidi itu harus dilakukan pemerintah karena selama ini yang menikmatinya sebagian besar kalangan mampu bukan sebaliknya.

Subsidi untuk BBM memang harus dicabut, namun subsidi tersebut harus dikembalikan kepada rakyat yang membutuhkan dalam bentuk lain.

"Contohnya adalah subsidi tersebut bisa diberikan kepada tiap-tiap provinsi sebesar lima triliun rupiah yang dapat dialokasikan untuk membangun infrastruktur daerah," tambah Sumarjaya. (IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026