"Dikatakan berat karena adanya beberapa tekanan seperti nilai dolar AS yang menguat, bencana alam seperti banjir di Jakarta, infrastruktur yang belum memadai dan termasuk belum maksimalnya sinergi antara pengusaha dan pemerintah," katanya di Medan, Jumat malam.
Dia mengatakan itu usai acara pelantikan dan perkenalan pengurus Kadin Sumut masa bakti 2012 - 2017 dengan Ketua Ivan Iskandar Batubara.
Menguatnya nilai dolar AS atas Rupiah di satu sisi memang menguntungkan eksportir. Tetapi ingat, katanya, nilai Rupiah yang melemah itu tidak bagus untuk impor. Apalagi nyatanya, impor barang modal dan bahan baku Indonesia nyatanya semakin tinggi.
"Nilai tukar uang itu harus dikendalikan pemerintah.Saya fikir kalau paling tinggi Rp9.600 per satu dolar AS masih aman lah,"kata Suryo.
Semakin terasa berat karena di tengah gejolak kurs mata uang itu, terjadi bencana alam seperti banjir di Jakarta dan naiknya tarif dasar listrik yang semuanya itu memambah "cost" pengusaha. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.