Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika optimistis pelaku pembobolan rekening bank melalui anjungan tunai mandiri atau ATM akan terungkap.

"Saya yakin pelaku kejahatan pembobol rekening melalui ATM akan terungkap. Kita tunggu hasil kerja aparat kepolisian, " kata Made Mangku Pastika di Sanur, Bali, Jumat.

Usai pembukaan Rakernas Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) itu, ia mengatakan, kasus pembobolan ATM di Indonesia sudah lama terjadi. Namun baru kali ini menimpa warga masyarakat Bali maupun warga asing di Pulau Dewata.

"Untuk di Bali mungkin kejahatan pembobolan ATM adalah hal yang baru, namun di Indonesia sudah kasus lama," ujar mantan Kapolda Bali ini.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengimbau agar pengungkapan kasus ini bisa dilakukan dengan cepat.

"Pengungkapan kasus ini harus dilakukan dengan cepat. Begitu juga warga yang kebobolan uangnya segera melaporkan ke aparat kepolisian," katanya.

Terjadinya kasus pembobolan ATM ini sudah memakan banyak korban. Di Bali saja diperkirakan dana nasabah perbankan yang sudah raib mencapai Rp2 miliar dengan jumlah korban sekitar 200 orang.

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi modus operandi pelaku terkait kasus dana nasabah enam bank besar yang "hilang" pada mesin ATM di Denpasar, Bali.

"Dari modusnya, kita sudah mendapatkan, baru nanti dikembangkan kepada pelakunya," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/1).

Namun demikian, Ito enggan menyebutkan secara pasti modus yang digunakan pelaku untuk membobol tabungan nasabah bank itu karena masih dalam proses penyelidikan.

Kasus ini bermula ketika nasabah BCA Kuta Bali telah melapor ke polisi karena tabungannya berkurang meski mereka tidak melakukan penarikan.

Jumlah uang nasabah yang lenyap diperkirakan mencapai puluhan juta. Uang nasabah yang lenyap antara Rp1 juta hingga puluhan juta rupiah.

Kehilangan uang nasabah ini diduga terjadi secara serentak, hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026