Denpasar (Antara Bali) - Akibat cuaca buruk, penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) menuju Labuan Bajo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), balik arah dan kembali mendarat di Bandara Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung, Bali, Minggu siang.

"Pengawas menara melaporkan pesawat IAT yang terbang dari Bali sekitar pukul 13.00 Wita, terpaksa kembali lagi karena tidak berani mencoba manuver untuk mendarat di Labuan Bajo," kata Manajer Personalia, Hukum dan Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Alex Pujianto.

Ketika dihubungi ANTARA dari Denpasar, ia menyebutkan pesawat yang membawa 39 penumpang tersebut, ketika kembali ke Bali bisa mendarat dengan selamat, tidak sampai terkena pusaran angin maupun gumpalan awan.

"Informasi yang kami terima, aman-aman saja. Pesawat mendarat dengan selamat. Nanti kami cek kondisi penumpang, mudah-mudahan semuanya baik-baik saja dan tidak ada penumpang yang mengalami tekanan psikis," katanya.

Sebelumnya dilaporkan hampir semua penerbangan perintis dari dan ke Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melayani wilayah pedalaman NTT seperti Labuan Bajo, lumpuh akibat cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir.

Sedangkan penerbangan reguler seperti Garuda Indonesia dan Merpati dari dan ke Bali serta Mandala dan Batavia tujuan Surabaya, maupun penerbangan menuju Jakarta dan Makassar, tetap dapat beroperasi dengan menunda jadwal penerbangan, maupun yang terpaksa melakukan pendaratan menunggu cuaca membaik.

Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores merupakan pintu gerbang pariwisata NTT dengan objek wisata andalan Taman Nasional Komodo.

Penerbangan dari Bali ke Bandara Komodo di Labuan Bajo yang diterbangi pesawat-pesawat kecil seperti IAT, dan yang dioperasikan oleh Trans Nusa, banyak membawa wisatawan asing dengan tujuan utama Taman Nasional Komodo.

Untuk menuju Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan dua pulau di sekitarnya, masih harus melanjutkan perjalanan dengan menumpang kapal motor atau kapal pesiar berukuran kecil dalam beberapa jam pelayaran.

Menurut Alex Pujianto, untuk penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ngurah Rai baik domestik maupun internasional, sejauh ini tidak terganggu cuaca buruk, kecuali beberapa penerbangan sempat mengalami penundaan. Namun, semua itu lebih karena masalah teknis operasioal.

"Sejauh ini operasional penerbangan tergolong normal. Kalau pun beberapa penerbangan sempat terjadi penundaan, lebih disebabkan faktor teknis operasional, seperti keterlambatan kedatangan pesawat yang akan digunakan, bukan karena cuaca buruk," katanya.

Ia berharap walaupun belakangan ini cuaca buruk, operasional penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan tetap beroperasi secara normal.

Mengenai arus penumpang setelah musim liburan tahun baru, menurut dia jumlah penumang yang datang terutama domestik, tetap banyak, sedangkan arus balik jumlahnya menurun. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026