"Sepuluh provinsi tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung dan Sulawesi Selatan," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso di Jakarta, Sabtu.
Sudibyo menjelaskan, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan kinerja program KB selama lima tahun (2007-2012) berjalan stagnan. "SDKI 2012 menunjukkan perjalanan KB selama lima tahun stagnan. Akibatnya, target pembangunan milenium (MDGs) pada 2015 hampir mustahil tercapai," katanya.
SDKI merupakan survei statistik kesehatan/kependudukan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap lima tahun sekali. Untuk mengatasi hal tersebut, kata Sudibyo, perlu dilakukan sejumlah perubahan strategi dalam pelaksanaan KB ke depan.
Dia mencontohkan adanya peserta KB aktif (contraceptive prevalence rate-CPR) tinggi namun rata-rata wanita subur yang melahirkan (total fertility rate-TFR) tidak juga turun. Ini menunjukkan strategi KB sebelumnya perlu dimodifikasi. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.