Denpasar (Antara Bali) - Warga Desa Pakraman (adat) Padang Sambian, Denpasar, bersama sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan Laskar Bali yang bertikai pada Minggu (23/12) dengan masyarakat setempat, melakukan persembahyangan bersama guna memohon ampunan atas peristiwa bentrokan di kawasan tersebut.

"Upacara 'Guru Piduka' atau memohon ampun ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan perdamaian pascaperistiwa bentrokan secara niskala (tak tampak)," kata Bendesa Adat Desa Pakraman Padangsambian I Gusti Putu Gede Suwira usai persembahyangan, Kamis malam.

Persembahyangan bersama tersebut digagas dan seluruh biayanya ditanggung oleh desa adat tersebut karena Padang Sambian Bersatu merupakan bagian dari lembaga adat yang berada di bawah naungan bendesa setempat.

Jadi apa yang terjadi merupakan tanggung jawab desa pakraman tersebut karena paguyuban itu bagian dari lembaga desa adat yang dibentuk pada awal tahun ini. Lembaga tersebut dibentuk memiliki fungsi untuk mengamankan wilayah desa dan menegakkan peraturan sesuai aturan adat yang berlaku.

"Karena Padang Sambian Bersatu merupakan lembaga adat sehingga membuyarkan anggapan atau asumsi yang berkembang kalau paguyuban itu adalah ormas," ujarnya.

Dia menjelaskan, upacara itu juga dilaksanakan bertujuan guna menangkal aura negatif yang bisa menggangu kedamaian dan keamanan di wilayah desa tersebut. "Persembahyangan ini merupakan wujud dari itikad baik kami untuk menciptakan suasan damai dengan harapan peristiwa yang serupa tidak akan terulang kembali di manapun," ucapnya berharap. (IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026