"Kami sedang melakukan perbaikan drainase dan pengerukan aliran sungai yang diketahui cukup rawan timbulkan banjir, antara lain pada ruas Tukad (sungai) Demak dan Tukad Mati," kata Kepala Dinas PU Kota Denpasar Ir Ketut Winarta di Denpasar, Jumat.
Di Denpasar terdapat sembilan titik banjir. Untuk mengantisipasi itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan beberapa upaya, di antaranya pembuatan sodetan dan perbaikan saluran pengairan untuk sawah.
"Untuk di Tukad Demak, perbaikan bendung air yang selama ini menggunakan pintu bendung tetap, diubah menjadi pintu bendung bergerak," katanya.
Menurut Winarta, dengan pintu bendung bergerak, air sungai yang mulai melebihi ambang batas bisa dibuang untuk mengindari bencana banjir di sekitar wilayah tersebut.
"Secara rutin petugas kami yang berjumlah 70 orang melakukan pengerukan gorong-gorong, baik di dalam kota maupun di sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai," ucap Winarta.
Dikatakan, Dinas PU sebelumnya telah membangun saluran drainase sepanjang 400 meter di Desa Kesiman Kertalangu untuk melancarkan arus air yang semula tertahan pada dua bendungan di daerah Padangsambian Kelod, termasuk telah merekonstruksi Bendung Dadas.
Selain itu, kata dia, juga melakukan pengerukan Sungai Pengawa sepanjang 600 meter, serta membangun atau perbaikan gorong-gorong di Jalan By Pass Ngurah Rai.
"Di luar pembangunan fisik dalam usaha mengantisipasi banjir, kami juga melakukan penggelontoran saluran sepanjang 44 kilometer, dengan realisasi yang hingga saat ini sudah mencapai 42 km," kata Winarta. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.