"Kami punya keyakinan dengan Bali tetap kondusif seperti sekarang masih ada peningkatan hingga 15 persen. Dominannya karena ada faktor kegiatan internasional di daerah kita tahun depan," kata Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, di Denpasar, Selasa.
Bali tahun ini menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 2,7 juta, dan hingga akhir tahun pemprov setempat optimis tingkat kunjungan akan berada di atas target.
Oka yang juga Bupati Gianyar ini menandaskan walaupun tahun depan diprediksi jumlah kunjungan wisatawan asing meningkat, bukan serta merta akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena beberapa tahun terakhir lama tinggal wisman di Bali makin singkat.
"Ini yang perlu dikaji lebih mendalam, mengapa pada sebelum 2002 lama tinggal wisman bisa 14 hari, sekarang turun di bawah empat hari," ujarnya yang akrab dipanggil Cok Ace itu.
Menurut dia, kalau hanya melihat dari sisi kedatangan tu tidak menjamin sebab peningkatan pendapatan berdasarkan transaksi. Jika tinggalnya sebentar di Bali tentu transaksinya juga sedikit, apalagi di tengah adanya kecenderungan sentralisasi destinasi wisata.
"Dengan sentralisasi destinasi wisata malah membuat mereka tinggal lebih pendek, wisatawan jadi berhenti, diam di sana, beli oleh-oleh di sana pada satu tempat," ujarnya.
Semakin singkatnya waktu tinggal wisatawan di Bali, lanjut dia, dipengaruhi oleh faktor global berupa semakin mudahnya akses dan kuantitas penerbangan menuju Pulau Dewata yang semakin intens.
"Kita tidak bisa menghindar dari pengaruh global, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas destinasi wisata di Bali dan mengatur penyebaran sehingga memberikan satu skenario destinasi agar bisa tinggal lebih lama," katanya. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.