"Naskah karya seni itu ditulis oleh Putu Satria Kusuma, akan berlangsung Minggu (16/12) malam," kata penata acara Bentara Budaya Bali, Putu Aryastawa, di sela persiapan pementasan tersebut, di Denpasar, Minggu pagi.
Ia mengatakan Putu Satria Kusuma menekuni seni teater modern di Bali selama 20 tahun. Pementasannya kali ini diproduksi oleh Teater Kampoeng Seni Banyoening dengan dukungan dari sejumlah rekannya.
Dukungan tersebut antara lain penata lampu Jazuli, tata panggung Surya Kencana dan Dedi, serta pembantu kreatif Desi dan Suma.
Pementasan tersebut disutradarai dan dimainkan sendiri oleh Putu Satria Kusuma, dengan mengedepankan bentuk tampilan yang menyegarkan sebagaimana lakon-lakon monolog sebelumnya.
Selain itu, dia mengolah pertunjukannya dengan kritik sosial yang kuat, terutama terkait soal pencemaran lingkungan.(*/DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.