"Pejabat struktural seperti kepala dinas kesehatan kabupaten, direktur rumah sakit, masih ada yang bilang tidak tahu. Padahal mereka itu dilibatkan sejak awal penyusunan program JKBM. Ini kan mengherankan," katanya di Gedung Kertha Sabha di bagian belakang kediaman resmi gubernur kompleks Jaya Sabha di Denpasar, Sabtu.
Ia mengungkapkan hal itu dalam sambutan di luar naskah pidato saat pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bali periode 2009-2014 yang diketuai oleh Bagus Ngurah Rai dari RRI Denpasar.
Pada pelantikan pengurus PWI oleh Ketua Umum PWI Pusat Margiono itu, sekaligus diumumkan anggota Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Cabang Bali yang terdiri lima orang, diketuai oleh Djesna Winada dari Bisnis Bali.
Gubernur Mangku Pastika juga merasa heran, ketika mengecek Puskesmas Sumerta di pusat Kota Denpasar, Kamis (7/1) siang, ternyata puskesmas itu sedang tidak membuka layanan bagi masyarakat, karena di puskesmas itu sedang berlangsung ritual "odalan", semacam ulang tahun pengoperasian gedung.
"Ini bagaimana ya, padahal sesuai program JKBM, puskesmas seharusnya juga membuka layanan 24 jam, namun tetap dengan berhemat biaya operasional. Tetapi yang terjadi malah seperti ini. Belum lagi Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya tutup. Bagaimana kita bisa setiap saat melayani masyarakat miskin," ucapnya.
Melihat pelaksanaan program JKBM yang masih amburadul, Gubernur Mangku Pastika akan terus mengecek kondisi di lapangan, dengan harapan tujuan mulia melayani masyarakat, terutama masyarakat miskin yang diberikan jaminan layanan kesehatan gratis, bisa diwujudkan sesuai harapan.
Namun ia mengakui, proram yang baik dengan tujuan mulia, yang seharusnya dapat dilaksanakan dengan mudah, kenyataan di lapangan sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan dan kendala.
"Kita ini berniat baik, dengan tujuan mulia, tetapi ada saja kendalanya. Heran ya. Padahal Kepala Dinas Kesehatan Provinsi menyatakan setiap rapat/pertemuan, semuanya dilibatkan," tuturnya seraya minta maaf kepada hadirin, yang sebagian besar wartawan itu, karena dirinya pagi-pagi sudah "curhat".
Mangku Pastika juga menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran pers yang telah banyak membantu mengetahui kondisi di lapangan yang sebenarnya, termasuk yang berkaitan dengan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara. Mandara singkatan dari maju, aman, damai dan sejahtera.
Pelantikan pengurus PWI dan Dewan Kehormatan Daerah PWI yang juga dihadiri Ketua DPRD Bali AA Oka Ratmadi itu, dilanjutkan kegiatan sarasehan nasional dengan tema "Mengenang Prabangsa: Perspektif Pers di Masa Depan". (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.